Gimana kalau mempengaruhi Seseorang ternyata sesederhana menyesuaikan bahasanya?

90% miskomunikasi bukan terjadi karena ucapan, tapi karena salah memaknai ucapan.

Hal ini disebabkan:
Setiap orang memakai “bahasa pikiran” yang berbeda.
Pelajari kerangka memahami manusia dalam berkomunikasi supaya pesan Anda tidak hanya terdengar..., tapi diterima seperti yang Anda maksud.
FAKTA:
Setiap hari Anda mencoba mempengaruhi seseorang:
- meyakinkan tim,
- mengarahkan bawahan,
- meyakinkan partner,
- jualan ke pelanggan,
- atau sekadar mengajak pasangan mengambil keputusan.
Dan mungkin Anda pernah mengalami ini:
- “Lho, kok dia nggak nangkep maksudnya?”
- “Udah aku jelasin, tapi nggak gerak-gerak juga.”
- “Padahal udah kubilang baik-baik… kenapa tetap salah?”
Anda nggak sendiri.
90% miskomunikasi bukan terjadi karena orang tidak mendengar, tapi karena mereka memproses makna dengan cara yang berbeda.
SALAH KAPRAH:
Kebanyakan orang mengira, komunikasi yang efektif berarti:
- “Bicara lebih jelas.”
- “Bicara lebih tegas.”
- “Bicara lebih panjang.”
Padahal, Kalimat yang tepat untuk Anda belum tentu tepat untuk orang lain.
Karena setiap orang membawa “filter” sendiri:
- Ada yang menyaring lewat pengalaman masa lalu,
- Ada yang hanya dengar bagian yang mau dia dengar,
- Ada yang menghapus detail penting karena dianggap tidak relevan.
Akibatnya, satu kalimat bisa menghasilkan sepuluh arti berbeda.
Anda pikir sudah menyampaikan, padahal mereka sedang menyusun ulang versi mereka sendiri.
Di sini letak masalahnya: Anda berbicara dalam pola Anda, sementara mereka mendengar dalam pola mereka.

Communication Blueprint (COMBLU) dibuat untuk menjawab masalah itu.
Bukan untuk bikin Anda jago ngomong.
Tapi supaya Anda paham bagaimana manusia memproses bahasa, menafsirkan makna, dan membentuk respons.
Karena komunikasi yang efektif bukan tentang memilih kata yang sempurna tapi memilih kata yang tepat untuk cara berpikir orang yang diajak bicara.
Di kelas ini, Anda akan belajar:
Kenapa niat baik sering disalahpahami.
Memahami perbedaan antara “apa yang dikatakan” dan “apa yang ditangkap.”
Bagaimana otak menyaring pesan lewat tiga filter.
Belajar mengenali dan mengembalikan makna yang hilang.
Cara membaca tipe manusia.
Supaya pesan Anda sampai lewat jalur yang paling efektif.
Mengenali motivasi dan arah keputusan seseorang.
Memahami apakah seseorang bergerak karena iming-iming atau ancaman.
💡 KENAPA INI PENTING UNTUK ANDA?
Bayangkan Anda bisa mengenali hanya dari 1–2 kalimat:
- Siapa yang mendengar untuk mengerti,
- dan siapa yang mendengar untuk membalas.
- Siapa yang termotivasi oleh pujian,
- dan siapa yang justru bergerak karena tekanan deadline.
- Siapa yang butuh kepastian,
- dan siapa yang justru semangat kalau dikasih ruang eksplorasi.
Dengan kemampuan itu,
Anda nggak cuma bisa berkomunikasi lebih lancar.
Anda bisa mempengaruhi tanpa harus memaksa.
Itulah esensi komunikasi presisi.
Dengan Kerangka Ini, Anda Bisa:
Membuat pesan Anda diterima seperti yang Anda maksud.
Menyampaikan instruksi yang langsung dieksekusi tanpa diulang.
Menyesuaikan bahasa agar sesuai dengan pola pikir orang, bukan memaksakan gaya Anda.
Mengurangi konflik, miskom, dan salah asumsi.
Meningkatkan pengaruh Anda dalam percakapan, rapat, negosiasi, atau hubungan personal.
Investasinya?
547 ribu
327 ribu
Cukup 147 ribu aja!
Mulai dari memahami manusia. Baru bicara.
🎓 Communication Blueprint — Kerangka Memahami Manusia Dalam Berkomunikasi.
🔥 SIAPA YANG COCOK UNTUK KELAS INI:
Pemimpin & manajer yang ingin instruksi langsung dipahami dan dijalankan.
Profesional & marketer yang ingin pesannya lebih “ngena” dan menggerakkan audiens.
Pasangan atau orang tua yang sering merasa “udah ngomong, tapi pesannya nggak nyampe atau susah dimengerti”
Siapa pun yang ingin meningkatkan pengaruh tanpa harus meninggikan suara atau memaksa.
Tentang Pemateri:
.webp)


Halo, Saya Dion Arfan:
Certified NLP Practitioner.
General Manager KIRIM.EMAIL sebuah layanan email marketing dengan 34.000+ pengguna dan salah satu pemegang market share terbesar di Indonesia.
Seorang Advertiser, praktisi & penulis konten yang selama lebih dari 9 tahun telah menulis ratusan artikel dan email marketing yang berfokus pada konversi.
Ini Kata Mereka Yang Sudah Mengikuti Kelas Saya Sebelumnya?
Ingin Beli Kelas Saya Yang Lain 😅


Berdampak Ke Hasil:



❓FAQ – Pertanyaan yang (mungkin) Sudah Ada di Benak Anda 😄:
🤔 Apakah saya bisa langsung jago setelah ikut kelas ini?
Kalau niatnya cari mantra ajaib, ini bukan kelasnya.
Kalau niatnya pengen ngerti cara manusia memproses kata, lalu pelan-pelan melatih diri sampai bisa “baca orang” dalam 1 menit pertama.
ya, Anda akan jago dengan sadar.
📦 Ini bentuknya apa? Kelas live, video, atau PDF?
Modul ini berbentuk digital video dan teks, yang bisa Anda akses kapan aja dan berulang kali lewat member area.
Karena tidak semua orang punya bandwidth tinggi atau mood nonton panjang.
Kami sediakan versi teks dan workbook-nya biar Anda bisa scroll dan merenung, bukan pause dan buffer.
🧠 Saya sudah sering ikut kelas Public Speaking. Apa ini masih relevan?
Justru itu masalahnya.
Public speaking ngajarin Anda bagaimana bicara di depan banyak orang.
COMBLU ngajarin Anda bagaimana bicara agar benar-benar dipahami orang.
Yang pertama bikin orang tepuk tangan.
Yang kedua bikin orang memahami apa yang Anda maksud.
🤔 Apakah Saya perlu bakat ngomong untuk bisa berhasil di COMBLU?
Tidak juga.
Yang Anda butuhkan bukan bakat bicara, tapi kemauan buat mikir sedikit lebih dalam sebelum ngomong.
COMBLU bukan ngajarin Anda ngomong cepat tapi ngomong lebih tepat
🤔 Ini Asli Teori Hasil Pemikiran Sendiri?
👉 Jawabannya jujur aja ya:
Ilmu itu gak ada yang turun dari langit langsung ke kepala saya.
Saya juga belajar. Saya ngulik. Saya juga ikut kelas orang lain.
Karena gak ada satu pun manusia yang lahir langsung bawa ilmu dari pabrik 😄
Tapi...
Saya juga gak semena-mena ngopi plek ketiplek terus ngaku-ngaku ini hasil pemikiran orisinil saya.
Yang saya lakukan adalah:
🔍 Ngumpulin potongan ilmu dari berbagai sumber.
🧠 Saya olah dengan pengalaman pribadi saya.
✍️ Saya tafsirkan ulang biar lebih relevan buat konteks kita.
Jadi walau mungkin topiknya mirip, cara saya menyampaikannya beda.
Persis seperti yang akan saya sharingkan dikelas ini.
Bahasanya lebih sederhana, lebih santai, dan (semoga) lebih nyambung ke realita Anda hari ini.